Bahaya Pengaruh Paparan Pestisida Terhadap Kesehatan dan Pentingnya APD dalam Pengaplikasinnya


Friday, 16 February 2024 , Admin

Bahaya Pengaruh Paparan Pestisida Terhadap Kesehatan dan Pentingnya APD dalam Pengaplikasinnya

Bahaya Pengaruh Paparan Pestisida Terhadap Kesehatan dan Pentingnya APD dalam Pengaplikasinnya

     Dalam era pertanian modern, penggunaan pestisida telah menjadi praktik umum untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Pestisida berperan penting dalam meningkatkan hasil pertanian dan menjaga ketersediaan pasokan pangan. Secara umum, kegiatan pertanian tidak dapat dilepaskan dari penggunaan pestisida atau substansi kimia lainnya untuk meningkatkan hasil komoditas pertanian. Penggunaan bahan kimia tersebut dapat memiliki dampak merugikan bagi kesehatan manusia jika terus-menerus bersentuhan langsung atau masuk ke dalam tubuh setiap hari. Seiring dengan perkembangan waktu, telah terjadi sejumlah perubahan yang bertujuan mempermudah aktivitas dan pekerjaan masyarakat. Namun, seiring dengan manfaatnya, penggunaan pestisida juga menimbulkan risiko bagi petani pada saat pengaplikasinya, dan risiko tersebut berakibat fatal terhadap kesehatan petani.

     Pertanian modern menghadapi tekanan untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan populasi yang terus berkembang. Penggunaan pestisida menjadi solusi umum untuk mengatasi ancaman hama dan penyakit tanaman yang dapat mengurangi hasil pertanian. Namun, seiring dengan peningkatan penggunaan pestisida, muncul risiko residu yang dapat membahayakan konsumen akhir, yaitu manusia. Pertanian modern mengandalkan pestisida sebagai alat penting dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh tanaman budidaya. Pestisida membantu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian dengan mengurangi kerugian hasil akibat serangan organisme pengganggu. Namun, seiring dengan manfaatnya, penggunaan pestisida juga menimbulkan berbagai pertanyaan dan kekhawatiran terkait dampaknya pada lingkungan dan kesehatan manusia.

     Pestisida merujuk pada senyawa kimia yang dirancang untuk membunuh atau mengendalikan hama, gulma, dan penyakit tanaman. Tujuan penggunaan pestisida adalah untuk melindungi hasil pertanian dari kerusakan yang dapat disebabkan oleh organisme yang merugikan tersebut. Jenis pestisida yang digunakan dalam pertanian meliputi herbisida untuk mengendalikan gulma, insektisida untuk melawan serangga, dan fungisida untuk menanggulangi penyakit tanaman. Pestisida memberikan manfaat signifikan dalam mendukung produksi pertanian global. Tanpa penggunaan pestisida, produksi tanaman dapat terancam oleh serangan hama dan penyakit, yang dapat mengakibatkan penurunan hasil pertanian dan ketidakstabilan pasokan pangan.

     Pestisida yang digunakan dalam pertanian dapat menempel pada sayuran melalui beberapa cara. Penyemprotan pestisida secara langsung pada tanaman menyebabkan adhesi residu pada permukaan sayuran. Selain itu, pestisida juga dapat meresap ke dalam jaringan tanaman melalui akar, batang, atau daun, sehingga menghasilkan residu yang sulit dihilangkan. Pestisida juga berpengaruh besar terhadap petani yang melakukan pengaplikasian pestisida tersebut berpotensi terpapar zat kimia tersebut. Maka sangat penting untuk menggunakan alat pelindung diri pada saat melakukan penyemprotan atau pengaplikasi pestisida pada tanaman. 

     Faktor lingkungan seperti hujan, angin, atau kelembaban udara juga dapat memengaruhi penyebaran pestisida, sehingga sayuran yang tumbuh di sekitar area yang diolah dengan pestisida dapat terkontaminasi tanpa disemprot langsung. Setelah penggunaan pestisida, residu dapat bertahan pada tanaman untuk periode waktu yang bervariasi tergantung pada jenis pestisida dan kondisi lingkungan. Beberapa residu dapat terakumulasi dalam bagian yang berbeda dari tanaman, termasuk kulit, daging, dan bagian dalam sayuran. Residu pestisida yang terkandung dalam sayuran dapat menjadi masalah serius jika melebihi batas yang diizinkan. Oleh karena itu, monitoring dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan keamanan konsumsi sayuran dan mencegah terjadinya paparan berlebihan terhadap pestisida.

     Penggunaan berlebihan pestisida dalam pertanian dapat meningkatkan risiko kontaminasi sayuran. Praktik-praktik ini dapat terjadi akibat ketidakpatuhan petani terhadap pedoman penggunaan pestisida yang disarankan atau tekanan untuk mencapai hasil pertanian yang tinggi. Dampak penggunaan berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko kesehatan manusia, tetapi juga dapat merugikan lingkungan. Keberlanjutan pertanian memerlukan pendekatan yang seimbang antara perlindungan tanaman dan minimalisasi dampak negatif pada ekosistem. Melalui pemahaman mendalam tentang cara kontaminasi pestisida terjadi pada sayuran, kita dapat mengidentifikasi solusi yang efektif untuk mengurangi risiko kesehatan dan menjaga keseimbangan ekologi dalam pertanian modern. 

     Sayuran yang sangat sering diaplikasikan pestisida adalah sayuran yang umumnya dikomsumsi tiap harinya seperti sayur kol, brokoli, buncis, kacang panjang, cabai, tomat, dan banyak jenis tanaman komsumsi lainnya. Hal ini tentu saja tidak baik kesehatan kita. Penggunaan pestisida secara berlebihan akan menyebabkan keracunan bagi konsumennya. Dilansir jurnal biomedis dan kesehatan Indonesia, pada tahun 2021 di Kabupaten Kulon Progo terdapat kasus keracunan akibat residu pestisida pada makanan yang di komsumsi. Dari 120 orang yang terpapar 30% dari mereka positif keracunan saat dilakukan tes. Beberapa kasus pun terjadi di Kabupaten Sleman, dari 30 orang 46% dari mereka positif keracunan akibat pestisida.

     Bukan hanya residu pada sayuran, tetapi juga pestisida dapat menyebabkan kesehatan terganggu jika petani terpapar zat kimia tersebut pada saat melakukan pengaplikasian pestisida ke tanaman budidayanya. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang disebabkan oleh pestisida. Dilansir dari jurnal promotif preventif, petani kopi yang terus menggunakan pestisida dalam melakukan budidaya kopi di kabupaten Bener Meriah yang setiap tahunnya terus meningkat sehingga residu residu pestisida yang melekat pada hasil budidayanya dan pemaparan pestisida yang terkena saat pengaplikasiannya juga berpengaruh terhadap si petani menjadi penyebab utama petani terserang penyakit hipertensi.

    Maka sangat penting menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam pengaplikasian pestisida. APD memiliki peranan krusial dalam melindungi petani dari risiko kesehatan dan keselamatan yang mungkin timbul. APD seperti masker pernapasan, sarung tangan, dan pakaian pelindung berfungsi sebagai benteng pertahanan fisik, melindungi kulit, mata, hidung, dan saluran pernapasan petani dari paparan langsung terhadap bahan kimia berbahaya dalam pestisida. Selain itu, penggunaan APD yang tepat juga mencegah keracunan, mengingat beberapa pestisida dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau saluran pernapasan. Masker pernapasan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pernapasan petani, melindungi mereka dari inhalasi partikel-partikel berbahaya yang dapat merugikan paru-paru. Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan yang mengharuskan penggunaan APD tidak hanya menjaga kesehatan petani tetapi juga menghindari potensi sanksi hukum. Dengan memprioritaskan penggunaan APD, pertanian dapat tetap produktif sambil meningkatkan kesejahteraan petani melalui perlindungan terhadap dampak negatif pestisida.

     Untuk melindungi kesehatan manusia dari bahaya residu pestisida, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sumber dan cara penanganan sayuran yang aman. Selain itu, penegakan regulasi terkait batas residu pestisida dalam produk pertanian harus diperkuat untuk memastikan keamanan konsumsi. Pencegahan paparan residu pestisida pada sayuran dapat dilakukan melalui serangkaian langkah yang terukur dan berfokus pada keamanan konsumsi. Pertama-tama, pemilihan sayuran organik menjadi alternatif yang efektif, karena pertanian organik umumnya mengurangi penggunaan pestisida sintetis. Selanjutnya, praktik pencucian sayuran dengan air mengalir dan menggunakan sikat lembut sebelum dikonsumsi dapat membantu menghilangkan sebagian besar residu yang menempel pada permukaan sayuran. Selain itu, edukasi masyarakat tentang bahaya pestisida dan cara memilih, menyimpan, serta mengonsumsi sayuran secara aman menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat.

   Penguatan praktik pertanian berkelanjutan, seperti pertanian organik, rotasi tanaman, dan penggunaan metode biologis untuk mengendalikan hama, dapat berkontribusi pada pengurangan penggunaan pestisida yang berlebihan. Di samping itu, penguatan regulasi terkait penggunaan pestisida dan penegakan aturan di lapangan melalui pengawasan yang ketat menjadi langkah esensial dalam memastikan keselamatan konsumsi sayuran. Dengan mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih, mengonsumsi, dan memanfaatkan sayuran dengan meminimalkan risiko paparan residu pestisida. Langkah-langkah ini tidak hanya mendukung kesehatan manusia tetapi juga mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian.

 

Karya:

Mubdi Achmad Azriel

Peserta LK2M

 

REFERENSI

Al Mughni, N. 2023. Penyuluhan dalam Peningkatan Pengetahuan Tindakan Petani Terkait Pentingnya Menerapkan Alat Pelindung Diri dari Bahaya Pestisida di Desa Ilanbatu Uru Kabupaten Luwu. Mega Buana Journal of Innovation and Community Service, 2(2) : 24-28.

Berliana Aullia Shaleha, Faidah Afifah, Nurul Pitriani Salamah, Siti NurSehha, Zahira Hananda Naila Rozni dan Desy Sulistyorini. 2023. Potensi Dampak Kandungan Residu Pestisida Pada Sayur Dan Buah : Studi Literatur. Indonesian Journal of Biomedical Science and Health, 3(1) : 1-10.

Ir Abdul Basit, M. P., dan Rahmawati, N. U. S. 2023. Peluang dan Prospek Teknologi Nano dalam Sistem Produksi Pertanian di Indonesia. UNISMA PRESS : Makassar.

Nurlaely HS. 2023. Hubungan Penggunaan Pestisida dengan Kejadian Hipertensi pada Petani Kopi di Desa Pante Raya Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Promotif Preventif, 6(3) : 425-429.

Saragih, T. N. (2023). Pemakaian APD dalam penggunaan pestisida: Faktor yang mempengaruhi kesehatan petani. ARRAZI: Scientific Journal of Health, 1(1), 122-129.

Wicaksono, R. R., KM, S., KKK, M., Putri, M. S. A., ST, S., Sulistiono, E., dan ST, S. 2023. Manajemen Kesehatan Lingkungan. Cendikia Mulia Mandiri : Batam.