Nasib Lahan Gambut Indonesia


Sunday, 12 September 2021 , Admin

Nasib Lahan Gambut Indonesia

Summary Kajian Profil Pertanian

Fasilitator : Muh. Anugrah Pratama

Narator : Dwi Andini Juniar Azis

 

Gambut adalah lahan basah yang terbentuk dari timbunan materi organik yang berasal dari sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut, dan jasad hewan yang membusuk. Timbunan tersebut menumpuk selama ribuan tahun hingga membentuk endapan yang tebal. Pada umumnya, gambut ditemukan di area genangan air, seperti rawa, cekungan antara sungai, maupun daerah pesisir. Idonesia merupakan salah satu negara yang memiliki lahan gambut terluas yaitu 22,5 juta Ha. Tekstrur lahan gambut mirip dengan spons. Lahan gambut bisa 13x menyimpan air dari bobotnya. Gambut dapat dimanfaatkan untuk menanam jenis tanaman tertentu yang dapat tumbuh di pH rendah, misalnya, akasia, sawit, dan karet.

Lahan gambut memiliki nilai sangat penting karna dapat menyimpan 57- 60 miliyar Metrikton. Yang terjadi jika lahan gambut rusak, maka ketika hujan akan menyebabkan banjir dari air yang mengalir dari lahan gambut dan mengalir ke sungai yang berada didekat sungai. Lahan gambut yang dialihfungsikan dan tidak sesuai dengan kebijakan-kebiakan maka akan menyebabkan dampak negative ke lingkungan. Dari semua jenis lahan, lahan gambutlah menyimpan 30% karbon didunia, Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan gambut memiliki fungsi untuk mencegah perubahan iklim, bencana alam, hingga menjadi penunjang perekonomian masyarakat sekitar. Gambut juga menjadi penting bagi masyarakat yang memanfaatkan ekosistemnya karena dekat dengan perairan seperti sungai, rawa, atau laut, untuk kegiatan perikanan. Sementara itu, lahan gambut yang tidak tebal dan dianggap relatif lebih subur, menjadi tempat bertani dan menanam tumbuhan jenis holtikutura.

Lahan gambut yang rusak dan kering menjadi rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lantas jika sudah terlanjur terjadi, kebakaran di lahan gambut cukup sulit untuk dipadamkan karena api yang menyala berada di bawah tanah. Biasanya, kebakaran hutan yang terjadi dilakukan oleh masyarakat sekitar yang tidak memiliki teknologi untuk mengubah fungsi gambut ini menjadi lahan baru. Untuk membuka lahan baru, gambut harus terlebih dahulu dilakukan pengapuran agar pH menjadi tinggi.